Minggu, 20 Januari 2013

Pertemuan Jokowi & Ketua MPR Digelar Tertutup


 

Pertemuan Jokowi & Ketua MPR Digelar Tertutup

Tegar Arief Fadly - Okezone
Senin, 21 Januari 2013 10:03 wib wib
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Foto:Okezone)
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Foto:Okezone)
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pagi ini bertemu dengan Ketua MPR Taufik Kiemas. Pertemuan tersebut digelar di ruang kerja Ketua MPR.

Jokowi yang tiba di Gedung Nusantara III komplek Senayan sekira pukul 09.40 WIB ini, enggan untuk berkomentar banyak terkait pertemuan tersebut.

"(Ngomongin) banjir, nanti tanya ke beliau (Taufiq Kiemas) lah," kata Jokowi yang mengenakan kemeja batik cokelat lengan panjang saat ditemui wartawan, di Gedung DPR, Senyan, Jakarta, Senin (21/1/2013).

Namun sayang, pertemuan yang digelar di ruang kerja Ketua MPR, tepatnya di lantai sembilan Gedung Nusantara III ini dilakukan secara tertutup.
(ydh)

Masih Ada Tenda Pengungsi, Jalan Jatinegara Barat Macet Parah


 

Masih Ada Tenda Pengungsi, Jalan Jatinegara Barat Macet Parah

Catur Nugroho Saputra - Okezone
Senin, 21 Januari 2013 10:07 wib wib
ilustrasi (foto: dok. okezone)
ilustrasi (foto: dok. okezone)
JAKARTA - Banjir yang sempat menggenai Kampung Melayu, Jakarta Timur membuat Jalan Jatinegara Barat ditutup. Hari ini ruas jalan tersebut sudah dibuka kembali.

Pantauan Okezone, Senin (21/12/2013), kendaraan yang hendak melewati Jalan Jatinegara Barat, terpaksa harus mengantri. Karena dari empat jalur yang ada hanya dibuka satu jalur yang berada disebelah kanan.

Kemacetan terjadi disebabkan masih terdapatnya tenda-tenda pengusian dan posko-posko yang masih berdiri.

Para pengendara yang ingin menghindari kemacetan, pihak kepolisian mempersilakan untuk melalui Jalan Jatinegara Timur.

Ketinggian air di dalam Kampung Melayu sendiri masih tinggi, antara 30 centimeter hingga dua meter. Warga yang rumahnya masih terendam hingga kini masih mengungsi.
(put)

Pulau Semakau Dicaplok Negara Singapura


Pulau Semakau Dicaplok Negara Singapura

Sabtu, 19 Januari 2013 11:57 wib
Ilustrasi (Foto: Ist)
Ilustrasi (Foto: Ist)

Pulau Semakau yang masuk wilayah Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Batam, hanya berpenduduk sembilan kepala keluarga. Untuk menjangkau ke pulau kecil tersebut, membutuhkan waktu sekira 30 menit dengan menggunakan pompong, perahu kecil dari Pelabuhan Sekupang, Batam.

Pulau tersebut terletak pada koordinat 1.06.06.01 lintang utara dan 103 49.27.41 bujur timur.

Namun tiba-tiba pulau yang sejajar dengan Pulau Nipah, namun agak menjorok ke Laut Singapura itu, saat ini telah dimasukkan ke dalam peta negara Singapura.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Kepri, HM Sani, akan melayangkan surat kepada Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa. Sani juga akan menindaklanjuti pencaplokan pulau tersebut ke Konsulat Singapura.

Pemprov Kepri berharap, Pemerintah Pusat dapat menyelesaikan permasalahan itu.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Pulau Semakau bersama pulau-pulau di sekitarnya dan Pulau Batam, sebagai kawasan free trade zone.

Ibu kota pindah


SBY Tawarkan 3 Skenario Pemindahan Ibu Kota

Rizka Diputra - Okezone
Sabtu, 19 Januari 2013 06:03 wib
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
JAKARTA - Bencana banjir yang kerap melanda Ibu Kota Jakarta memunculkan wacana pemindahan Ibu Kota. Tidak hanya itu, kesemrawutan kondisi Jakarta saat ini dinilai berbagai pihak bahwa Jakarta sudah tidak layak menjadi Ibu Kota.

Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka dan tidak tabu bersedia berdiskusi atas wacana perpindahan Ibu Kota negara.  Menurut Presiden, Jakarta tidak bisa lagi menampung interaksi manusia dan lingkungannya.

"Dalam memutuskan kebijakan ini, diperlukan langkah yang bersifat teknokratis dan langkah politik sebagai agenda kolektif dari seluruh komponen bangsa. Hal ini sebagai langkah visioner, terobosan, sekaligus thinking outside the box bagi masa depan Indonesia," ujar Velix dalam siaran persnya kepada Okezone, Sabtu (19/1/2013).

Atas wacana ini lanjut Velix, Presiden SBY bahkan telah  mengajukan tiga skenario perpindahan Ibu Kota yang perlu didiskusikan oleh publik. Skenario pertama adalah mempertahankan Jakarta sebagai Ibu Kota, pusat pemerintahan, sekaligus kota ekonomi dan perdagangan.

"Pilihan atas opsi ini berkonsekuensi pada pembenahan total atas soal macet, banjir, transportasi, permukiman, dan tata ruang wilayah," tuturnya.

Kemudian skenario kedua yakni membangun Ibu Kota yang benar-benar baru. Kata Presiden lanjut Velix, sejatinya dibangun totally new capital. Sedangkan skenario ketiga, Ibu Kota tetap di Jakarta, namun memindahkan pusat pemerintahan ke lokasi lain.

"Atas tiga skenario itu, Presiden SBY mengajak semua komponen bangsa untuk membahas secara terbuka, matang, dan komprehensif atas wacana ini. Karena, kebijakan perpindahan ibukota dan atau pergeseran pusat pemerintahan harus menjangkau strategi jangka panjang bangsa,"

benih gurame

gurame siletan Rp; 1500
gurame 2jarian Rp; 2200
gurame 3jarian Rp; 3500

27 Januari, Jakarta "Tenggelam"?

27 Januari, Jakarta "Tenggelam"?
Penulis : Yunanto Wiji Utomo | Minggu, 20 Januari 2013 | 17:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Purnama yang terjadi pada Minggu (27/1/2013) diprediksi akan memperparah dampak musim hujan tahun ini. Diberitakan Kompas.com sebelumnya, pakar hidrologi Universitas Indonesia, Firdaus Ali, mengatakan bahwa Jakarta bisa "tenggelam" alias kembali banjir akibat pasang purnama.

Seberapa besar kemungkinan itu terjadi?

Firdaus mengatakan sebelumnya bahwa curah hujan akan tetap tinggi. Adanya pasang akibat purnama akan menahan air dari daratan. Dikatakannya, sesedikit apapun, aliran dari sungai takkan bisa masuk ke laut.

Thomas, Djamaluddin, Deputi Sains, Pusat Sains Atmosfer, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan bahwa gabungan efek cuaca dan pasang memang perlu diwaspadai, namun tak perlu panik.

"Hal itu bisa terjadi kalau memang ada gabungan antara curah hujan yang tinggi dan merata serta efek pasang," papar Thomas saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/1/2013).

Thomas mengatakan, jika curah hujan tinggi dan merata, volume air di sungai akan meningkat. Bila air laut juga pasang, maka aliran air sungai ke muara akan lebih lambat. Volume air berpotensi meluap, menjadi genangan atau banjir.

Pada Minggu nanti, Thomas mengatakan, "Potensi Jakarta tenggelam kecil. Kejadian tanggal 16 dan 17 Januari 2013 yang lalu saya prediksi tidak akan terulang Minggu depan," katanya.

Thomas mengungkapkan, pasang memang akan memuncak Minggu depan. Namun, curah hujan hingga akhir Januari, berdasarkan analisisnya, cenderung menurun. Dengan demikian, syarat untuk Jakarta "tenggelam" tak terpenuhi.

"Tren curah hujan di Indonesia secara umum menurun. Ini karena suhu muka laut juga menurun. Aktivitas konveksi dan pembentukan awan pun demikian," katanya.

Thomas juga menyinggung tentang Osilasi Madden Julian (MJO). Secara sederhana, MJO adalah osilasi sub musiman yang terjadi di wilayah tropis akibat sirkulasi skala besar ekuatorial yang bergerak dari barat ke timur atau Hindia ke aPasifik tengah. MJo memengaruhi curah hujan.

"MJO memengaruhi pembentukan awan di Indonesia. Aktivitas MJO saat ini sedang tertekan sehingga pembentukan awan juga menurun," jelas Thomas.

Thomas mengatakan, sebenarnya secara umum Indonesia mengalami penurunan intensitas curah hujan. Curah hujan tinggi yang menjadi salah satu pemicu banjir Jakarta pada Kamis (17/1/2013) lalu merupakan kondisi lokal.

"Ini karena adanya pertemuan angin dari utara dan selatan dan karena adanya tekanan rendah di selatan Selat Sunda," papar Thomas.

Walau potensi Jakarta "tenggelam" Kamis nanti kecil, Thomas tetap meminta masyarakat untuk waspada.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho,  mengatakan, pasang air laut dalam beberapa hari ke depan diprediksi tinggi. Pada Senin (21/1/2013), pasang akan memuncak hingga ketinggian 0,95 meter. Pada Sabtu (26/1/2013), pasang bisa mencapai 1 meter. Sementara pada Minggu depan, pasang bisa mencapai 0,95 meter.

sumber;kompas.com
 
Copyright © . MITRA FISH PRINGSEWU - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger